DigitalClock

Tinggalkan pesan

[No form id or name provided!]

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register
powered_by.png, 1 kB






Google
















Bisa Chat


Home
Mahathir Ajak Muslim Sedunia Boikot Produk Belanda
Written by kuli jepang   
Monday, 31 March 2008
Kuala Lumpur, CyberNews. Mantan PM Malaysia, Dr Mahathir Mohammad, mengajak umat Muslim sedunia memboikot produk Belanda, sebagai tindakan balasan atas produksi film "Fitna" di Belanda yang menghina al-Qur`an dan disiarkan di internet.

Mahathir, menurut harian Utusan Malaysia dan Berita Harian, Minggu, mengatakan jika umat Islam sedunia yang jumlahnya sekitar 1,3 miliar orang melakukan boikot produk Belanda, maka tindakan itu akan membuat lumpuh ekonomi negara tersebut.

Sebagian besar penduduk Muslim merupakan penduduk yang kaya dan juga pengimpor terbesar produk Belanda, katanya.

"Kalau orang Islam bersatu, kita mudah saja ambil tindakan. Kalau kita memboikot produk Belanda, negara itu akan bangkrut karena yang memboikot banyak sekali. Orang-orang kaya sekali di dunia ini adalah orang Islam," ujar Mahathir, seusai meresmikan Musyawarah Agung Ke-46 Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (Perkim).

Ia menyerukan hal ini terkait dengan film "Fitna" selama 15 menit yang disiarkan di internet dan menghina Islam dengan cara menunjukkan ayat-ayat al-Quran yang dilatarbelakangi citra terorisme.

Anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, menerbitkan film itu dan menggambarkan pernyataan seorang pendeta radikal yang menyebut ayat-ayat al-Qur'an yang diselipkan visual serangan 11 September terhadap gedung pencakar langit World Trade Center (WTC) di New York, pemboman kereta api di Madrid, Spanyol, tahun 2004 dan pembunuhan produser film Belanda, Theo van Gogh, di Amsterdam Street akhir tahun lalu.
sumber Suaramerdeka 
Last Updated ( Monday, 31 March 2008 )
 
Monster baru dari Kanada
Written by kuli jepang   
Sunday, 30 March 2008
Fosil tulang-belulang yang nyaris lengkap dari Kanada menunjukkan sosok makhluk reptil laut purba yang diperkirakan hidup di zaman dinosaurus. Tidak hanya dari jenis spesies baru, ia juga dari kelompok genus baru.

Para paleontolog menamai reptil purba sepanjang 3 meter ini Nicholisia borealis. Hewan tersebut masuk ke dalam kelompok plesiosaurus yang hidup di Zaman Creataceous antara 205 juta tahun lalu hingga 65 juta tahun lalu.

Para pekerja tambang di Alberta menemukan fosil tersebut tanpa sengaja saat menggali di kedalaman 60 meter. Fosil tersebut lama tersimpan sejak tahun 1994 di Museum Royal Tyrell di Drumheller, Alberta. Pemindaian tiga dimensi terhadap bagian otaknya dilakukan paleontolog Patrick Druckenmiller dan Anthony Russell dari Universitas Calgary baru-baru ini. Hasil pemndaian menunjukkna perbedaan yang sangat jelas dengan plesiosaurus lainnya yang telah diketahui spesiesnya,

"Individu yang satu ini merupakan pelopor di laut yang mungkin akhirnya menjadi pemguasa laut barat di zamna Cretaceous," ujar Druckenmiller. Hewan ini merupakan fosil plesiosaurus paling tua yang pernah ditemukan di Amerika Utara. Deskripsi spesies dilaporkan dalam jurnal Paleoontographica Abteilung A edisi terabru.
 
Selamat Datang di Indonesia comunity
Written by Web Master   
Saturday, 12 June 2004
Selamat datang di web kami. Web ini dibuat sebagai sumber informasi dan menyatukan segenap warga negara Indonesia yang berdomisili di Jepang. Kami mengharapkan dengan web ini kita akan menjadi lebih erat,lebih dekat sehingga tecipta keharmonisan satu sama lain. Buat temen teman yang silahkan sampaikan informasi yang sekiranya penting, dan berguna untuk yang lain.
Last Updated ( Sunday, 23 March 2008 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Results 1 - 4 of 13

Diisi donk!

Apakah Anda setuju jika Program Magang ke Jepang diperpanjang menjadi 5 tahun?
 
First at Japan - Photo-0018    First at Japan - Photo-0013    Videos - Sample video    First at Japan - Photo-0012    First at Japan - riki-0023    First at Japan - riki-0014    First at Japan - Photo-0026   
© 2008 Tempat mangkal anak Indo
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.